Pertama Kali Dalam 55 Tahun, Hamburg Terusir Dari Bundesliga

Kompetisi sepakbola di ranah Eropa sudah banyak yang berakhir di bulan Mei ini. Juara-juara sudah ditentukan, salah satunya adalah Bundesliga Jerman yang lagi-lagi dikuasai Bayern Munich. Namun di saat Bayern berbahagia, nasib berbanding terbalik justru dirasakan Hamburger SV. Klub asal Hamburg ini harus menelan pil pahit karena untuk pertama kalinya dalam 55 tahun perjalanan mereka di Bundesliga, Die Rothosen harus terdegradasi.

 

Kepastian terusirnya Hamburg itu didapat hari Sabtu (12/5) malam WIB. Semakin miris karena dalam pertandingan pamungkas itu, Hamburg justru menang 2-1 atas Borussia Moenchengladbach. Di hadapan pendukungnya sendiri dalam laga kandang, para punggawa Hamburg harus menutup 2×45 menit pertandingan dengan tertunduk lesu karena harus terdegradasi lantaran hanya mampu berada di posisi ke-17 klasemen akhir Bundesliga. Dengan ini Hamburg menemani FC Cologne yang juga tersingkir ke kasta dua.

 

Seolah ingin memberikan senyuman akhir di Bundesliga, pertandingan melawan Gladbach dilakukan Hamburg dengan maksimal. Mereka membuka keunggulan pada tim urutan sembilan itu lewat gol Aaron Hunt di menit ke-11 lewat penalti. Tak bertahan lama, Gladbach menyamakan skor jadi 1-1 di menit ke-28 lewat gol Josip Drmic. Pertandingan pun bertahan dengan skor seri hingga babak pertama usai. Kemenangan Hamburg dipastikan gol Lewis Holtby di menit ke-63.

 

Hanya saja meski menambah tiga poin, Hamburg tetap saja terdegradasi karena di saat bersamaan Wolfsburg yang satu peringkat di atas mereka juga menang atas Cologne dengan skor telak 4-1. Wolfsbug sendiri akan menjalani play-off melawan tim peringkat tiga dalam klasemen akhir divisi dua Bundesliga yakni Holstein Kiel demi menghindari jerat degradasi.

 

Suporter Tak Terima Hamburg Terdegradasi

Nasib Hamburg ini memang cukup miris. Karena dalam 55 tahun perjalanan mereka di Bundesliga, Hamburg adalah salah satu klub terbesar di Jerman dengan deretan prestasi membanggakan. Mereka bahkan pernah menjadi juara di Jerman sebanyak enam kali yakni tahun 1923, 1928, 1960, 1979, 1982 dan 1983. Tak cuma itu saja, mereka juga pernah meraih gelar piala UEFA di tahun 1982.

 

Tak terima, sekelompok fans Hamburg melemparkan flare ke lapangan bandar togel hongkong saat tim kesayangan mereka dipastikan terusir dari Bundesliga usai kemenangan Wolfsburg atas Cologne. Aksi rusuh itu membuat pertandingan melawan Gladbach ditunda selama 10 menit lamanya. Hamburg sendiri pada musim 2018 di Bundesliga ini hanya mencatat enam kemenangan saja.

 

Degradasi ini memang membuat julukan Hamburg tercoreng. Karena sejauh ini mereka adalah jadi satu-satunya tim di Bundesliga yang tak pernah terdegradasi sejak tahun 1963. Tak heran kalau mereka sempat dijuluki Der Dino dengan kebanggaan para suporternya yakni ‘tidak pernah degradasi’. Bahkan di markas Hamburg ada sebuah jam yang menunjukan berapa lama mereka bertahan di divisi utama Bundesliga, seperti dilansir Reuters.

 

Hamburg Kelam, Hoffenheim Cerah

Jika Hamburg untuk pertama kalinya terdegradasi dari Bundesliga, maka prestasi berbeda dicetak Hoffenheim. Untuk kali pertama sepanjang sejarah, Hoffenheim merebut tiket ke turnamen antarklub paling bergengsi di Eropa, Liga Champions 2018/2019. Prestasi ini didapat Hoffenheim setelah menekuk Borussia Dortmund dengan skor 3-1. Dortmund sendiri sekalipun kalah dari Hoffenheim, tetap mengamankan tiket Liga Champions musim depan juga. Dua tim lain perwakilan Jerman di Liga Champions 2019 nanti adalah sang juara Bayern dan Schalke 04.

Barcelona Resmi Jadi Juara La Liga Spanyol 2018

Pertandingan hari Senin (30/4) kemarin di Riazor sangatlah istimewa bagi Barcelona. Klub raksasa asal Catalunya itu berhasil mendapatkan gelar ketujuh sebagai juara La Liga Spanyol dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Trofi di musim 2018 ini didapatkan Barca usai mempermalukan Deportivo La Coruna dengan skor 4-2. Yang istimewa, tiga dari empat gol Barca dicetak sang megabintang, Lionel Messi. Sementara sisa gol disumbangkan oleh Philippe Coutinho.

 

Dengan kemenangan itu, Barca menyegel posisi puncak La Liga dengan 86 poin dari 34 pertandingan, unggul 11 poin atas Atletico Madrid. Meskipun masih punya empat laga sisa, Atletico jelas tak bisa mengejar poin Barca kendati menang terus karena poin maksimalnya hanya 84. Gelar musim 2018 ini jadi yang ke-25 bagi Barca, masih kalah delapan biji dari sang rival abadi, Real Madrid dengan 33 gelar.

 

Selain itu bagi Barca, ini adalah gelar kedua musim ini karena mereka sudah mendapatkan trofi Copa del Rey usai mengalahkan Sevilla di babak final. Semakin istimewa karena ini kembali mengukuhkan dominasi Barca dalam satu dekade La Liga Spanyol lantaran pada musim 2017 lalu, trofi itu ‘dicuri’ Madrid. Sekedar informasi, perjalanan tujuh gelar itu didapat Barca sejak bangkit pada musim 2009 di bawah asuhan Pep Guardiola.

 

Meskipun meraih gelar juara, ada sedikit pilu yang dirasakan pelatih Ernesto Valverde. “Hal terbaik yang semestinya terjadi adalah juara movie dengan mengalahkan tim yang sepadan atau tim yang tak sedang mempertaruhkan apapun. Merayakan gelar juara di kubu lawan yang harus terdegradasi ke divisi dua itu sungguh menyakitkan. Kami seharusnya bisa menyelesaikan ini dengan cara berbeda, tapi sudah terjadi,” seperti dilansir Soccerway.

 

Kepergian Andres Iniesta Yang Manis

 

Di tengah kebahagiaan Barca, perasaan berbeda dirasakan Andres Iniesta. Karena trofi La Liga ini akan jadi yang terakhir lantaran Iniesta sudah mengumumkan bakal hengkang dari Camp Nou di akhir musim. Di musim terakhir ini, gelandang berusia 33 tahun itu menutupnya dengan manis. Secara keseluruhan, Iniesta sudah mengangkat 32 trofi bersama Barca yaitu sembilan gelar La Liga Spanyol, enam Copa del Rey, empat juara Liga Champions, tiga gelar Piala Dunia Antarklub, tiga juara Piala Super Eropa dan tujuh kali juara Piala Super Spanyol.

 

Bagi Messi, juara ini akan jadi pelepasan sempurna untuk Iniesta. “Dia pantas pergi dengan cara seperti ini. Dia pergi dengan dua gelar juara meskipun awalnya kami berharap bisa melepaskannya dengan treble, kami berharap yang terbaik untuk dia. Kepergiannya sangat disayangkan. Kami sudah kehilangan Xavi dan Mascherano, sekarang giliran dia. Ini sangat menyesakkan bagi kami dan klub.”

 

Real Madrid Ogah Lakukan Guard of Honour

 

Usai menjadi juara, kini perhatian publik tentu pada El Classico. Ya, Barca memang dijadwalkan melakukan partai bergengsi menjamu Madrid hari Senin (7/5) dini hari WIB di Camp Nou. Seperti tradisi, sepakbola Spanyol tak lepas dari aksi Guard of Honour (GOH) yakni pemberian kehormatan untuk tim juara sebelum pertandingan terjadi di mana tim lawan membentuk barisan pengawal dan biasanya tim lawan ‘bersedia’ kalah.

 

Namun tampaknya Madrid sudah jauh-jauh hari ogah melakukan itu. Sang pelatih, Zinedine Zidane memastikan kalau klubnya tak sudi melakukan GOH. Zidane bahkan menyindir aksi Barca yang merusak momen juara Madrid di Piala Dunia Antarklub 2017.